Kamis, 27 Agustus 2020

DENGANMU, KUTEMUKAN SAKINAHKU (Bag. 1)

 


Gemericik air yang jatuh dari kran masih terdengar jelas di telinga. Suaranya begitu jelas lantaran suasana sekitar masih begitu sepi. Jarum jam masih menunjukkan pukul 4 dini hari, malam masih belum rela meninggalkan peraduan dan diganti singgasana siang. Manusia penghuni bumi pun masih terlena dengan selimut dan bantalnya. Lirih angin yang dingin menambah nikmatnya tidur di ujung fajar itu. Tapi ini tidak berlaku bagi Sulastri. Seorang gadis remaja berusia 23 tahun. Tinggi semampai dengan raut muka yang tirus, serta sesungging senyum yang selalu menempel di wajahnya yang berkulit kuning langsat itu.  Gadis yang biasa di panggil Lastri itu selalu berpenampilan sederhana. Rok lebar serta baju kurung yang panjang sampai menutupi bagian lututnya, serta jilbab lebar yang senantiasa dia kenakan menambah kesan kesederhanaanya yang tidak neko - neko dalam berbusana.

Di pagi yang sedingin itu Lastri telah berada di kamar mandi dan mengambil air wudhu.  Sudah menjadi kebiasaannya serta keluarganya untuk selalu bangun tepat di awal waktu guna menjalankan sholat sunnah tahajud. Selesai mengambil air wudhu, Lastri langsung bergegas menuju kamar untuk menunaikan sholat dan di lanjut dengan membaca Alquran. Sedangkan kedua orang tuanya sholat di dalam kamarnya masing – masing.

Tak lama kemudian, adzan subuh terdengar begitu merdunya dari Toa Speaker mushola yang berada tepat di samping rumah Lastri. Lastri pun mendengar suara adzan tersebut dengan hidmatnya sembari menjawab setiap lafadz adzan yang di kumandangkan oleh muadzin dadi mushola itu. Setelah menunaikan sholat sunah sebelum subuh, Lastri langsung berdiri serta tak ketinggalan menyampirkan sajadah di lehernya. Bersama kedua orang tuanya Lastri berangkat ke mushola.

Sesampainya di mushola terlihat beberapa jamaah lain yang mulai berdatangan.  Begitu indah pemandangan di pagi subuh itu. Semuanya tampak segar serta tidak tercermin sedikit pun di wajah mereka sifat sifat keangkuhan dunia ini. Raut mereka menunjukkan rasa syukur yang tak terhingga hingga sampai detik itu mereka masih bisa bangun setiap harinya dengan kondisi yang sehat. Selepas sholat Lastri tidak langsung pulang, dia masih mengobrol dengan jama'ah lain di mushola tersebut.

Nduk, nanti kalau sudah selesai beres – beres di rumah, jangan lupa langsung bantu di rumah Budhe ya?” kata Budhe Sunarti kepada Lastri
“Loh, ada acara apa Budhe?” jawab Lastri sambil melipat sajadah
“Ini lho nduk, Mbak Asri kemarin kan baru pulang dari Jakarta, katanya anaknya yang ke-3 itu acara aqiqahnya mau di gelar di kampung saja, karena kan anak yang pertama dan kedua kemarin sudah di adakan acaranya di Jakarta sana,’ jelas Budhe Sunarti
“Mbak Asri bilang ke Budhe kalau di kampung lebih meriah katanya, sekalian ngumpulin saudara – saudara,” imbuh Budhe Sunarti
“Lha acaranya kapan to Budhe?” tanya Lastri
“Acaranya masih besok Nduk, tapi ya persiapannya mulai nanti, Mbak Asri juga masih belum siap – siap katanya,” jawab Budhe Sunarti
“Ya nanti aku tak langsung ke rumahnya Budhe,” jawab Lastri

Sudah menjadi kebiaasaan di kampung halamannya Lastri, jika ada hajatan selalu melibatkan semua saudara dan tetangga. Lastri sudah dari kecil tinggal di sebuah kampung di Kota Purwakarta. Sebuah Kota di Jawa Barat. Lastri tinggal bersama dengan kedua orang tuanya dan seorang adiknya. Lastri merupakan anak ke 2 dari 3 bersaudara. Kakak Lastri yang pertama sudah di boyong suaminya ke Jakarta. Sedangkan adiknya Lastri masih duduk di bangku SMP. Setiap hari Lastri sudah terbiasa membantu mengerjakan pekerjaan rumah. Mulai dari menyapu, mengepel sampai memasak di dapur.

Seperti yang dijanjikan kepada Budhenya, selepas mengerjakan pekerjaan rumah Lastri segera ke rumah Budhe Sunarti. Sesampainya di rumah Budhe Sunarti, Lastri langsung membaur dengan saudara – saudara nya yang sudah datang terlebih dahulu. Lastri membantu membersihkan gelas dan piring. Belum selesai dengan pekerjaannya, Lastri di panggil oleh Mbak Asri.

“Lastri, bisa bantu Mbak Asri cari jasa catering atau jasaaqiqah siap saji ndak ya? Tadi rencananya Mbak Asri mau beli kambing aja ke pasar, lalu disembelih di rumah dan di masak sama saudara –saudara di rumah, tapi setelah tak fikir – fikir kok ndak efektif ya, ribet mau ke pasar, belum milih kambingnya, nanti ribet masak juga di rumah,” jelas Mbak Asri panjang lebar
“Berarti Mbak Asri mau pake jasa aqiqah siap saji aja ya?” tanya Lastri balik
“Iya deh gitu aja, kayaknya lebih praktis juga ya, jadi kita bisa fokus menyiapkan yang lainnya,” tambah Mbak Asri
“Okedeh Mbak, coba tak carikan dulu ya,” jawab Lastri

Lastri langsung cari di internet dan instagram. Ternyata sangat banyak pilihannya. Lastri jadi bingung untuk menentukan yang mana. Berbagai keyword sudah dia coba masukkan ke pencarian di google, tapi Lastri belum meneukan seperti yang dia harapkan. Di mengetik paket aqiqah purwakarta, lalu di hapus lagi, di mengetik lagi harga kambing aqiqah 2020, lalu di hapusnya lagi. Setelah sekian lama berlalu lalang di internet, akhirnya Lastri menentukan pilihannya kepada AqiqahNurul Hayat. Dilihat dari referensi dan testimoni di internet, Aqiqah Nurul Hayat sangat bagus dan patut untuk di coba. Banyak artis juga yang menggunakan layanan Jasa Aqiqah Nurul Hayat. Lastri langsung menghubungi nomer yang tertera di internet, dan menanyakan detail untuk teknis pemesanan.

Bak mendapat durian runtuh, Lastri benar – benar mendapatakan sesuai dengan yang diinginkan. Aqiqah Nurul Hayat membuka cabang di daerah Purwakarta, di dekat rumahnya. Lastri langsung menghubungi nomer yang yang di lampirkan di halaman web Aqiqah Purwakarta. Setelah terhubung dengan CS Aqiqah Purwakarta, Lastri langsung mendapatkan semua informasi terkait Harga Paket Aqiqah Purwakarta.

To be continue....

 

 

tag : aqiqah purwakarta, aqiqah murah, harga kambing aqiqah 2020, paket aqiqah, doa aqiqah, sakinah



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

7 KULINER LEGENDARIS KHAS KARAWANG, NO 7 AMAZING !!!

  Siang Gengs, Apa kabarnya hari ini? Masih bergalau karena tidak bisa kemana mana lantara masih musim pandemi? Sudahlah kisanak, he...